Kamis, 28 Maret 2013

UNIX

UNIX adalah sebuah sistem operasi komputer yang diawali dari project Multics pada tahun 1965 yang dilakukan AT&T, General Electric (GE), dan Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dengan biaya dari Departemen Pertahanan Amerika (Departement of Defence Advenced Research Project, DARPA atau ARPA). UNIX didesain sebagai sistem operasi yang portable, multi-tasking dan multi-user. Sistem operasi Unix digunakan secara luas baik sebagai server atau workstation. Arsitektur Unix dan model client/server merupakan elemen yang paling penting dalam perkembangan internet dan mengubah proses komputasi secara terpusat dalam jaringan dari pada proses tunggal di komputer.
A.    Sejarah UNIX
UNIX pertama kali dibuat pada tahun 1969, ketika itu Ken Thompson, Dennis Ritchie dan Joseph Ossanna dari Laboratorium Bell, bagian dari AT&T (American Telephone & Telegraph) tengah mengerjakan proyek MULTICS ( MULTiplexed Information and Computing System). MULTICS adalah salah satu sistem operasi pertama yang dirancang untuk melayani lebih dari satu pemakai secara bersama. Sayangnya MULTICS terdapat beberapa kekurangan sehingga kemudian proyek ini dibatalkan oleh AT&T. Kemudian mereka memutuskan untuk membuat sistem operasi baru dengan melanjutkan dan memodifikasi beberapa kemampuan yang terdapat pada MULTICS.
Nama UNIX berasal dari kata UNICS (Uniplexed Information and Computing System) yang dicetuskan oleh Brian Kerninghan pada tahun 1970. Versi pertama dari UNIX ini digunakan pada komputer Digital Equipment-DECPDP-7. Seperti kebanyakan sistem operasi lainnya, UNIX pertama kali ditulis dalam bahasa assembly, yaitu bahasa pemrograman tingkat rendah yang mempunyai kemampuan berkomunikasi langsung dengan peralatan komputer.
Untuk membuat UNIX tidak bergantung pada jenis komputer yang berbeda, pada tahun 1973 para perancang UNIX memutuskan untuk menulis ulang sistem operasi ini dalam bahasa pemrograman C. Bahasa C dikembangkan sebagai bahasa pemrograman multiguna yang menggabungkan kemampuan bahasa assembly dengan kemampuan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang lebih mudah untuk dimengerti dan dikembangkan. Selain itu juga bahasa C banyak terdapat pada berbagai macam jenis komputer, sehingga mudah untuk memindahkan sistem operasi UNIX ke jenis komputer yang berbeda. Semenjak itu UNIX mulai banyak dikembangkan, dan tidak hanya oleh perusahaan AT&T.
UNIX kemudian dibuat untuk tujuan pendidikan, sehingga banyak instutusi yang mulai mengembangkan UNIX ini. Yang paling potensial dilakukan oleh Universitas California di Berkeley, yang kemudian mengeluarkan versi BSD (Berkeley Software Distribution) atau BSD UNIX. Sehingga saat ini terdapat dua kubu pembuat UNIX yang terus berkembang dari versi pertamanya yaitu versi AT&T yang kini telah terkenal sampai UNIX System V sedangkan BSD UNIX sampai dengan versi 4.4. Berikut ini adalah tahap perkembangan UNIX dari pertama kali dibuat sampai saat ini :
·         Tahun 1969
UNIX pertama kali diciptakan di AT&T Bell Labs oleh kelompoknya Ken Thompson mengambil inspirasi dari sistem operasi MULTICS, dan dicoba pada komputer DEC PDP-7 Tahun 1970. UNIX diimplementasikan pada PDP-11/20 dengan fasilitas text processing. Versi pertama dari UNIX ini masih ditulis dalam bahasa mesin (Assembler). Kantor AT&T Bell Lab's bagian hak paten menjadi pemakai UNIX pertama.
·         Tahun 1973
Source code bahasa mesin UNIX ditransfer secara total kedalam bahasa C. Lahirlah UNIX baru yang ditulis dengan bahasa C yang dikenal dengan UNIX versi 4, sekaligus menempatkan UNIX sebagai sistem operasi komputer yang pertama ditulis dengan bahasa tingkat tinggi. Karena UNIX ditulis dalam bahasa tingkat tinggi, maka UNIX dapat digunakan pada sistem komputer lain, dengan tidak merubah ulang source code UNIX, cukup dikompilasi ulang pada system komputer tersebut.

·         Tahun 1974
UNIX versi 5 dikeluarkan secara resmi untuk tujuan pendidikan. Versi UNIX inilah yang diajarkan di banyak universitas.
·         Tahun 1976
Bell Lab's meluncurkan UNIX versi 6 yang merupakan pengembangan dari UNIX yang terdahulu yang ditulis dalam bahasa C dan di distribusikan pada pita magnetis.

Selasa, 19 Maret 2013

Anomali dalam Basis Data


Anomali adalah proses pada basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan ( misalnya menyebabkan ketidakonsistenan data atau membuat suatu data menjadi hilang ketika data dihapus).
Macam Anomali terdiri dari :
  • Anomali peremajaan,
  • Anomali Penghapusan, dan
  • Anomali penyisipan
Anomali peremajaan
Anomali ini terjadi bila ada perubahan pada sejumlah data yang mubazir, tetapi tidak seluruhnya diubah. Contoh : Tabel Pesanan
Pemasok
Kota
Barang
Jumlah
Kartika
Jakarta
Mouse
5
Citra
Bandung
Monitor
2
Yudi
Medan
CPU
2
Citra
Bandung
Printer
1

Seandainya Citra dengan kota Bandung pindah ke Bogor maka pengubahan data hanya dilakukan pada data pertama menjadi : Tabel Pesanan
Pemasok
Kota
Barang
Jumlah
Kartika
Jakarta
Mouse
5
Citra
Bogor
Monitor
2
Yudi
Medan
CPU
2
Citra
Bandung
Printer
1

Di sini terlihat bahwa data tentang pemasok Citra tidak sama yang menyebabkan ketidakkonsistenan data.

Anomali Penyisipan
Anomali ini terjadi pada saat penambahan data ternyata ada elemen yang kosong dan elemen tsb justru menjadi key. 
Contoh : Tabel Kursus
NoSiswa
Kursus
Biaya
10
Bhs.Inggris
60000
10
Bhs.Perancis
80000
10
Bhs.Jepang
70000
15
Bhs.Inggris
60000
20
Bhs.Jepang
70000

Misalnya akan dibuka kursus baru yaitu Bhs.Jerman dengan biaya 75000 akan tetapi belum ada seorangpun yang ikut kursus ini, sehingga data menjadi : Tabel Kursus
NoSiswa
Kursus
Biaya
10
Bhs.Inggris
60000
10
Bhs.Perancis
80000
10
Bhs.Jepang
70000
15
Bhs.Inggris
60000
20
Bhs.Jepang
70000
Bhs.Jerman
75000

Anomali penghapusan
Anomali ini terjadi apabila dalam satu baris/ tuple ada data yang akan dihapus sehingga akibatnya terdapat data lain yang hilang. Contoh pada table kursus data NoSiswa 20 akan dihapus karena sudah tidak ikut kursus lagi sehingga akibatnya data kursus bhs jepang dan biaya 70000 akan ikut terhapus.

Sabtu, 16 Maret 2013

Process Control Block (PCB)


Setiap proses dalam sebuah sistem operasi mendapatkan sebuah PCB (Process Control Block). PCB (Process Control Block) ini sendiri adalah informasi-informasi lain yang diperlukan sebuah sistem operasi untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan beragam proses yang aktif. Informasi-informasi tersebut merupakan sebuah tanda pengenal proses (Process ID) yang unik dan menjadi nomor identitas, status proses, prioritas eksekusi proses dan informasi lokasi proses dalam memori. Prioritas proses merupakan suatu nilai atau besaran yang menunjukkan seberapa sering proses harus dijalankan oleh prosesor. Proses yang memiliki prioritas lebih tinggi, akan dijalankan lebih sering atau dieksekusi lebih dulu dibandingkan dengan proses yang berprioritas lebih rendah. Suatu sistem operasi dapat saja menentukan semua proses dengan prioritas yang sama, sehingga setiap proses memiliki kesempatan yang sama. Suatu sistem operasi dapat juga merubah nilai prioritas proses tertentu, agar proses tersebut akan dapat memiliki kesempatan lebih besar pada eksekusi berikutnya (misalnya pada proses yang sudah sangat terlalu lama menunggu eksekusi, sistem operasi menaikkan nilai prioritasnya).
Process Control Block ini  hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang dapat  bervariasi dari proses yang satu dengan yang lain. Setiap proses digambarkan dalam sistem operasi oleh sebuah Process Control Block (PCB). PCB ini berisikan banyak informasi yang berhubungan dengan sebuah proses yang spesifik, yaitu pointer, status proses, program counter, CPU registers, informasi manajemen memori, informasi pencatatan, dan informasi status I/O.
A.        Pointer
Merupakan perubahan dinamis dimana suatu perubahan yang akan dialokasikan hanya pada saat diperlukan, yaitu setelah program di eksekusi.
B.        Status Proses
Sebagaimana proses bekerja, maka proses tersebut merubah state (keadaan statis/asal). Status dari sebuah proses didefinisikan dalam bagian oleh aktivitas yang ada dari proses tersebut. Tiap proses mungkin adalah satu dari keadaan proses new, ready, running, waiting, terminated.
a.          New
Status yang dimiliki pada saat proses baru saja dibuat oleh penjadwalan tingkat tinggi, tetapi belum siap melakukan eksekusi.
b.          Ready
Status yang dimiliki pada saat proses siap dieksekusi oleh prosesor.
c.          Running
Status yang dimiliki pada saat instruksi-instruksi dari sebuah proses dieksekusi. Proses bisa dieksekusi karena CPU tidak sedang mengerjakan tugas yang lain.
d.          Waiting
Status yang dimiliki pada saat proses menunggu suatu event (kejadian), seperti penyelesaian I/O atau menerima signal.
e.          Terminated
Status yang dimiliki pada saat proses telah selesai dieksekusi.

Kamis, 14 Maret 2013

TCP/IP


TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.

Protokol Komunikasi TCP/IP
Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP mengimplementasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, diantaranya adalah :
§  Protokol lapisan aplikasi
bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
§  Protokol lapisan antar-host 
 berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau  broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
§     Protokol lapisan internetwork 
bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
§   Protokol lapisan antarmuka jaringan
bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).

Rabu, 13 Maret 2013

Network Operating System

Seperti halnya OS yang bertugas mengendalikan kerja komputer, NOS bertugas mengontrol dan mengendalikan jaringan. Biasanya NOS diinstal pada komputer server, tetapi adakalanya juga diinstal pada komputer client. Jika komputer kita nyalakan, OS masuk kedalam komputer dan menyalakannya, baru kemudian NOS masuk. Sejumlah OS seperti Windows NT sudah termasuk NOS dan memang dirancang untuk keperluan network, sehingga tidak perlu menginstal NOS lagi.
Ciri dari NOS biasanya memiliki feature-feature antara lain:
  • Tampilan pengendali yang menarik dan mudah dengan GUI.
  • Memiliki metoda penyimpanan data jaringan yang baik.
  • Keamanan yang tinggi.
  • Fasilitas pengiriman data ke printer atau komputer lain.
  • Pemusatan penyimpanan data jaringan.
  • Log-on jarak jauh oleh pemakai melalui modem.
  • Dapat menggunakan workstation tanpa hard disk atau disket.
Beberapa tugas umum NOS adalah:
  • Administrasi: yaitu menambah, mengurangi dan mengelola user serta menyiapkan backup data.
  • Manajemen file: mengalokasikan dan mentransfer file kepada client yang membutuhkan.
  • Manajemen printer: mengatur prioritas pencetakan melalui sistem antrian.
  • Keamanan: memonitor dan, jika perlu, membatasi akses ke pusat network.
Untuk NOS sejak dulu telah ada beberapa diantaranya:
NOS
OS yang dibutuhkan
Jenis LAN
Novell NetWare
DOS
Client/server
Artisoft LANtastic
DOS
Peer-to-peer
Microsoft Windows for Workgroups, Windows 95, Windows 98
Windows
Peer-to-peer
Microsoft Windows NT
Windows NT
Client/server
Banyan Vines
UNIX
Client/server
Microsoft OS/2 LAN Manager
OS/2
Client/server



Kelebihan Menggunakan NOS
    • Sharing File
      Pengguna dapat berkongsi file yang disimpan pada palayan (server) atau komputer pusat.
    • Menimdahkan File
      Memudahkan pemindahan file yang disimpan dari satu komputer ke komputer yang lain.
    • Sharing install (Aplication) dan mengurangkan biaya
      Memudahkan pengguna untuk sharing program aplikasi seperti Word, Lotus, Access dll. Dengan ini ia dapat mengurangkan biaya dan memudahkan instalasi.
    • Sharing data dan menghemat waktu untuk memasukkan data
      Data-data dapat dimasukkan serentak oleh dua atau lebih pengguna kedalam satu aplikasi. Pada waktu yang sama juga pengguna yang lain dapat menggunakan data -data tersebut.
    • Sharing Pencetak, Pengimbas, CD-Rom dll
      Pencetak atau CD-Rom yang terdapat pada sebuah komputer dapat digunakan oleh semua pengguna yang mengunakan komputer lain.
    • Menggunakan Mail Elektronik (E-Mail)
      Pengguna dapat mengirim memo dari satu komputer ke komputer yang lain.

Senin, 04 Maret 2013

OSI Layer

I. PENGERTIAN
Masalah utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah karena mereka mengunakan protocol dan format data yang berbeda-beda. Untuk mengatasi ini, International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.
Model-OSI tersebut terbagi atas 7 layer, dan layer kedua juga memiliki sejumlah sub-layer (dibagi oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)). Perhatikan tabel berikut:
7th
- Layer : Application
Services
6th
- Layer : Presentation
Services
5th
- Layer : Session
Communications
4th
- Layer : Transport
Communications
3rd
- Layer : Network
Communications
2nd
- Layer : Data-link
Physical connections
1st
- Layer : Physical
Physical connections
Tabel MODEL OSI
Layer-layer tersebut disusun sedemikian sehingga perubahan pada satu layer tidak membutuhkan perubahan pada layer lain. Layer teratas (5, 6 and 7) adalah lebih cerdas dibandingkan dengan layer yang lebih rendah; Layer Application dapat menangani protocol dan format data yang sama yang digunakan oleh layer lain, dan seterusnya. Jadi terdapat perbedaan yang besar antara layer Physical dan layer Application.
II. FUNGSI LAYER
1. Layer Physical
Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.